Menikmati pagi di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri

Bakar ikan Nila sebesar telapak tangan di pinggir Waduk Gajah Mungkur
Waktu masih menunjukkan pukul 02.00 WIB, saat saya telah selesai melakukan rutinitas membersihkan tempat warung kopi. Tiba-tiba terbesit pikiran untuk pergi sejenak, menikmati pemandangan alam di suatu tempat yang jauh. Seperti tradisi saya sebelumnya, jika merencanakan liburan bersama jauh-jauh hari banyak tidak terwujud alias gagal berangkat. Solusinya adalah ketika ada kesempatan bertemu/berkumpul, saat itu juga harus dilaksanakan. Jangan nunggu nanti dan tapi, HARUS! hahha.. Sama juga ketika ada keinginan pergi ke Wonogiri, lupakan acara besuk saat ini harus berangkat. Saya pun mengajak Ghafur Yusuf untuk ikut menemani perjalanan hari itu. Mengendarai sepeda motor, kami menembus jalanan dingin menuju Wonogiri. Awalnya saya hanya memakai celana pendek dan kaos, tapi akhirnya pinjam jaket Ghafur demi kesehatan jiwa raga. 
Sebelum berangkat, kami menyempatkan untuk mengisi perut di kedai makan sekitaran Tambak bayan. Menyantap nasi bungkus untuk menghindari masuk angin sepanjang jalan. Menurut petunjuk dari Google, kami akan menempuh waktu 2 jam 13 mnt (80,6 km) lewat Jl. Wonogiri-Purwantoro (sumber google). Sebagai tujuan pertama kami akan ke Waduk Gajah Mungkur, tapi seperti ada yang kurang jika hanya lihat-lihat suasana disekitar waduk. Alhasil, saya mengusulkan untuk membawa sesuatu yang dapat dimakan. Ya seperti camping kecil-kecilan, mungkin bakar ikan boleh juga sambil menikmati matahari terbit. 



Comments

Popular Posts